Langsung ke konten utama

A New Journey, Prau Mt.


Part One
Hai Disini gue mau berbagi cerita setelah gue trip ke Prau. Mungkin bagi kalian yang mau skip ke part biayanya, estimasi, dll bisa skip ke part berikut.

Nah gue mau cerita awalnya gimana akhirnya kok bisa sih ke Prau. Mungkin beberapa sahabat gue tau bahwa gue dilarang keras untuk naik gunung. Yaps akhirnya gue bisa mencoret one of my bucket list gue di tahun ini. Disclaimer dahulu bahwa perizinan ini jangan dicontoh ya teman – teman hahaha hanya untuk yang ambisius aja.

Jadi memang gue suka banget dan pengen banget naik gunung itu dari SMK. Kebetulan banget saat SMK temen gue ini masuk SISPALA (siswa pencinta alam). Naah iseng aja gue bilang kedia kalau mau naik gunung ngajak gue dong. Ya temen gue ini si Adam memang di sekolahnya ada ekskul kegiatan outdoornya. Kita beda sekolah by the way. Tapi masih satu kawasan.

Selepas itu kebetulan banget gue udah jenuh banget sama keadaan gue. Jenuh. segala jenis tugas, kegiatan di rumah, kegiatan sehari-hari yaa walapun pada akhirnya gue harus menghadapinya lagi setelahnya. Nah si Adam ini tiba – tiba nge-WA gue buat naik gunung bareng. Langsung tanpa gue pikir panjang mengiyakan ajakannya. Awalnya tujuan kita itu Gunung Gede, tetapi sesuai kemauan Adam yang katanya belum pernah ke Prau akhirnya kita ke Prau. Jujur awalnya berat sekali, bukan permasalahan izin ke orang tua. Tetapi masalah keuangan yang dimana dompet gue hanya menyanggupi ke bogor.

Tetapi mau gimana lagi, ambisi gue untuk naik gunung cukup tinggi. Dan gue berpikir kapan lagi, momentnya sangat pas dengan keadaan gue tapi tidak untuk dompet gue HAHAHA. pada akhirnya kami menyesuaikan jadwal kami masing – masing. Pada minggu pertama gue cukup nggk enak buat mengundur perjalanan ini dengan alasan ada kegiatan kaderisasi di UKM MAPALA di kampus gue. Karna disitu kondisinya gue sebagai div.acara. akhirnya dengan segala pertimbangan gue memutuskan untuk membatalkannya. Gue bilang ke Adam kalau memang ada kesempatan lagi ajak aja lagi. Karna tanggung jawab di UKM ini cukup berat kalau gue tinggalkan. And you know what? SI ADAM JUGA NGGK BISA KARNA KERJAANNYA. IM SOOO HAPPY. Akhirnya kita re-schedule lagi.

Naah pada minggu kedua ini hampir saja batal lagi. Karena urusan pameran lagi. Akhirnya gue memberanikan diri untuk lepas tanggung jawab gue sebentar. Apapun yang terjadi di minggu ini masalah perkuliahan hanya bisa sampai hari Kamis. Selebihnya sudah persiapan untuk naik gunung. Akhirnya semua tugas untuk minggu depannya lagi gue selesaikan secepatnya. Semua urusan perkuliah harus segera selesai. Kerjaan dirumah sudah harus selesai.

Pada akhirnya Hari itu tiba...

photo ini diambil pas lagi di pos mana lupa gue pokoknya setelah pos 3 

Rasa takut, tegang, deg degan, semua rasa itu menjadi kuat seiring mendekati tempat tujuan.

Jika kalian bertanya kenapa harus takut? Bukannya itu menyenangkan karna keinginan lu juga?. Ya gue cukup takut. Gue takut menyusahkan semua team gue. Gue takut mengecewakan temen gue, Adam. Sebelum gue naik gue juga tidak asal mengiyakan. Gue cukup banyak survey dahulu tempatnya seperti apa, medannya seperti apa, persiapannya seperti apa.

 Membicarakan persiapan. Gue cukup nekat juga, pasalnya gue nggak pernah olahraga sama sekali sebelum naik. Ini kesalahan yang cukup fatal. Tolong jangan dicontoh bagi kalian yang baru mau mendaki. Dan mungkin jika Adam tau dan baca tulisan ini dia bakalan kapok deh ngajak gue HAHAHA. bangor banget gue soalnya. Selain itu, gue juga nggk memakai sepatu treking. Melainkan hanya sendal gunung saja. INGAT teman – teman gue melakukan itu karna survey yang gue lihat menyatakan AMAN. Tapi nyatanya aman sih *bagi gue aja HAHAHA.

Lalu bagaimana dengan keuangan gue?.  I REALLY WANT TO SAY THANKYOU TO MY BELOVED AUFA. Gue minjem uang dia. Awalnya gue juga nggk enak karna prinsip pertemanan gue kalau mau awet dan tidak hancur adalah jangan pernah minjem uang ke sahabat lo. Dan yang kedua adalah jangan pernah akrab sama pasangannya (pacar). Yang dimaksud disini adalah berkenalan dan akrab seperlunya saja. Gue juga pakai uang tabungan gue. Dan akhirnya gue juga dibiayain oleh nenek gue. SUMPAH MAKASIH BANYAK UNTUK SAHABAT GUE DAN KELUARGA GUE. Akhinya gue bisa keluar dari kejenuhan ini dahulu.

Nggk lupa juga gue sama sahabat gue yang support dan ngasih pertimbangan selama gue bimbang. Wait ini kenapa kek gue menang hadiah di tipi yak HAHHA. BUT I REALLY LUCKY TO HAVE YOU GUYS LUV.

Setelah sampai terminal Wonosobo perjalanan yang sesungguhnya benar-benar akan dimulai...

Komentar

  1. Sumpah jon, emang perkara uang dalam lingkaran pertemanan tuh kayak jadi racunnya, wow

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mendeskripsikan Jalur G.Prau

Part Two Haaai maaf banget lama sekali melanjutkan ke part 2 nya hehehe. Yuk mari gue lanjut Sesampai di terminal Wonosobo sekitar pukul 04.00 itu dinginnya parah banget. Padahal baru 16 derajat celcius tapi kek bukan 16. Sesampainya disana akhirnya ketemu sama temennya Adam juga. Gue lupa namanya siapa ya tapi dia bawa temennya lagi cewek, syukurlaah wkwkwk setidaknya cewek nggk cuman berdua aja sama ceweknya Adam. Setelahnya kita langsung beli logistik dan gue cukup kaget sih dengan alfamaret disana ternyata kebanyakan jual produk lokal. Kek gula merah ada disana. Setau gue di jakarta itu nggk ada. Setau gue yaaa.... Lalu mobil dari terminal ke basecamp sudah sampai, langsung deh cabs HAHAHA Naah setelah di basecamp gileee rame banget coy. Gue nggk nyangka aja ternyata aslinya sebanyak itu yang mendaki. Mana pas gue kesana kek ada yang lagi gathering gitu kantor naik gunung. Gilee banget tuh kantor, asoy pasti. Di basecamp gue tidak merekomendasikan kalian makan...

Hunting Di Kuburan Ereveld Menteng Pulo

Kemarinan bulan Desember sebelum Corona gue sempet hunting ke salah satu kuburan di Jakarta. karna gue rasa unik aja gitu dimana kita hunting biasanya di tempat yang bagus atau keren nah ini gue dan temen gue hunting ke kuburan. Kuburan ini terletak di belakang Kokas. Ereveld Jakarta, Menteng Pulo. Ereveld adalah Makam Kehormatan Belanda. Lebih dari 4000 korban perang (orang Belanda dan Indonesia) yang gugur selama perang Dunia kedua dalam pertempuran melawan Jepang (1941-1945) dan selama masa Revolusi setelah Perang Dunia Kedua (1945-1949). Ereveld Menteng Pulo adalah salah satu dari 7 Makam Kehormatan Belanda di Indonesia.  Gerbang masuk Ereveld Menteng Pulo. Di Ereveld Menteng Pulo terdapat 2 monumen yang menjadi ciri khas. Yaitu Gereja Simultaan yang tidak digunakan sebagai Gereja tapi sebagai tempat acara peringatan dan upacara untuk semua agama. Depan Gereja Simultaan. Samping Gereja Simultaan Sisi belakang Gereja Simultaan dan area Pemakaman Dan Columbarium yang menyimpan 75...